Categories
informasi Lagu Terbaru 2022

Masih Seneng

Pencipta : Amin Hermawan

Voc : Diana Sastra

MERPATI PUTIH NING TANGAN
MANGGUK MBATURI MEKANDAN
NYIREP LARA KAMBUH ATI YEN KELINGAN…

NAHAN RASA RINDU KANGEN
KARNA MASIH ANA SENENG
SUARA BATIN ABOT KANGGO NGUCULAKEN
NAJAN DEMENE BLI NGEYAKINAKEN…
REFF
MANUK MABUR TINGGALANE WULU SELEMBAR
NEMBE AKUR ANA BAE DALANE TUKAR

BLI KEWACA KISAH KASIH ANTARA KITA
MELEK MATA ORA KATON DALAN CERITA

TAN KENA KINAYA NGAPA
KERASA ANA TAPI LANGKA….

https://youtu.be/ZbxxXBMdOcQ

Categories
informasi News

Ratu Dangdut Pantura Idola Gus Dur

KALAU ada raja, tentunya juga ada ratu. Berhubungan dengan musik dangdut, perempuan asal Cirebon itu disebut-sebut sebagai Ratunya Dangdut Pantura. Namanya ialah Dian Sastra, ia sudah hampir 23 tahun belakangan ini menjadi penyanyi dangdut, dan biasa melayani jasa hiburan di berbagai macam acara, seperti hajatan atau khitanan. Dian sebenarnya lebih dekat dengan musik yang iramanya dipenuhi dengan suara gitar dan suling (tarling). Gaya bermusik itu, kata Dian, berasal dari Cirebon, tetapi juga populer di kalangan masyarakat yang hidup di Pulau Jawa pada umumnya.

Diana yang merintis kariernya dari nol, telah melahirkan 20 album musik dangdut tarling. Kehidupan yang keras sudah dirasakan Diana sejak kecil, yang mana pada saat itu ia mau membantu ibunya berjualan kue di kampung-kampung. Hingga pada 1997, dengan bermodal baju dan sepatu dari teman-temannya, Diana memutuskan untuk mengawali karier sebagai seorang penyanyi.

Kini, Diana yang juga disebut Ratu Tarling itu telah berhasil mendirikan grup musiknya sendiri, yaitu Dian Prima Management. Di bawah naungan Dian, grup musik itu tampak laris manis di berbagai pentas, dari satu panggung ke panggung lainnya. Dian bahkan digadang-gadang memiliki 10 ribu penggemar, yang tergabung dalam Fans Dian Sasta (FDS), sebuah basis komunitas yang menaungi penggemar Dian dari berbagai daerah.

Diana bahkan tidak hanya menggunkan musik sebagai tontonan. Ia juga menggagas aksi sosial, yang mana di setiap pentasnya selalu menggalang dana untuk anak yaitm piatu dan amal jariah. Sejak dari dulu Diana memang sudah mempunyai mimpi, yaitu menggunakan musik tarling untuk menebar manfaat bagi semua orang.

Menariknya, apa yang dilakukan Diana selama ini tampaknya turut disukai mantan Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Menurut Dian, Gus Dur menyukai salah satu lagunya berjudul Remang-Remang dan pada 2008 ia pernah bertemu dengan beliau di kediamannya.

“Beliau bercerita, awalnya tahu lagu itu ketika di jalan dan mendengar siaran salah satu radio dari Jakarta. Tapi ternyata lagu Remang-Remang itu belum selesai, tapi sudah diganti iklan sama penyiarnya. Setelah itu, beliau terus meminta ajudannya untuk menelepon pihak radio agar menyiarkan kembali lagunya,” tutur Diana.

Setalah kejadian itu, menurut Dian, Gus Dur menjadi lebih sering request lagu Remang-Remang di radio. Hingga pada akhirnya, produser Dian berinisiatif untuk memberikan kepingan lagu dalam format MP3 agar Gus Dur dapat memutar lagu kesukaannya kapan saja. “Itu lalu disimpan di mobil beliau dan selalu diputar setiap hari,” imbuh penyanyi perempuan, yang juga memiliki gaya rambut seperti Sodiq itu.

Dian sendiri mengatakan bahwa Remang-Remang ialah lagu yang bercerita tentang perempuan. Perempuan yang dimaksud Dian itu, tak lain dan tak bukan ialah mereka yang karena beberapa faktor harus rela bekerja di dunia malam. Dalam pengertian singkat, Dian mengiyakan bahwa lagu tersebut sebenarnya bercerita tentang perjuangan seorang perempuan.

Tidak hanya Gus Dur, lagu yang dinyayikan Dian juga disukai oleh mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Dian mengetahui hal itu karena ia sendiri sebenarnya juga pernah membawakan lagu, yang sengaja ditulis untuk menceritakan beliau. “Sempat beberapa kali bertemu juga dengan beliau, dan lagu itu menjadi favorit beliau saat senam di Monas,” kata Dian.

Sama halnya dengan Sodiq, ada kalanya perjalanan hidup Dian juga kurang beruntung di masa silam. Bapak dan Ibu Dian ialah penjual kue di daerah Tanjung Priok. Kala itu, Ibu Dian memutuskan untuk tidak meneruskan toko kuenya di Tanjung Priok lantaran Bapak Dian meninggal karena kecelakaan. Padahal, pada saat yang sama Ibu Dian harus menghidupi enam orang anaknya termasuk Dian. Maka dari itu, sang Ibu kemudian pulang kampung ke Cirebon untuk berjualan sembako.

Sayangnya, usaha sembako yang ditelateni Ibunda Dian tidak berjalan mulus. Maka dari itu, beliau lantas berganti usaha dengan berjualan nasi rames. “Beberapa tahun hingga saya remaja, saya pun hidup di situ. Walaupun Ibu sudah ada rumah, tapi karena biar tidak bolak-balik, jadi ya di warung. Jadi, lebih menikmati proses. Kadang warungnya bocor, Ibu dan saya lalu masuk ke pabrik di depannya. Tidur di dekat oven dengan alas kardus,” kenang Dian bersama Ibunya.

Dian akhirnya memutuskan menjadi penyanyi lantaran sudah gemar dengan kegiatan itu sejak kecil. Pada saat SMA pun, ia sudah mengikuti beberapa lomba menyanyi karena dukungan sepupunya. Mereka bahkan mendukung Dian dengan cara meminjami baju. Meski demikian, tak jarang Dian harus tampil menggunakan jaket laki-laki yang didapat dari pinjamannya. Pun pada awalnya ia tidak menyanyikan lagu-lagu tarling karena belum terlalu paham dengannya.

untuk menekuni tarling justru berawal dari orang-orang yang mendengarnya. Akibat hal itu, Dian lantas mulai mengoleksi kaset lagu-lagu tarling untuk mengenal iramanya. Nama Dian kemudian semakin dikenal di dunia musik dangdut nasional setelah membawakan lagu berjudul Juragan Empang.

Dian juga menemui berbagai macam pengalaman unik yang tak dapat dilupakan. Tempo hari, ia sempat mendapat saweran dari penggemarnya. Tidak tanggung-tanggung, kala itu Dian mendapat saweran sebanyak Rp45 juta sekali tampil. “Tapi sebulan setelah itu, kami semua terus diundang ke Polres, dan ternyata beliau yang memberi saweran itu korupsi,” katanya, sambil tertawa.

Suatu kali, Dian juga pernah manggung di daerah Subang. Namun, nahasnya panggung yang digunakan tampil Dian seketika roboh. Akibat peristiwa itu, Dian lantas dibawa ke rumah sakit dan mendapat tujuh jahitan di kepala. Luar biasanya, setelah pulang dari rumah sakit di daerah Pamanukan itu, Dian lantas kembali lagi ke lokasi manggung untuk bernyanyi lagi di hadapan penonton. Bagi Dian, menghibur para penggemar ialah tanggung jawab. Menyoal halangan, baginya hanyalah faktor alam yang tidak bisa disalahkan. (Gas/M-4)

Sumber : https://m.mediaindonesia.com/read/detail/234818-ratu-dangdut-pantura-idola-gus-dur?fbclid=IwAR3rg7Tc-K_wOknPHaAuJfCFqr-fsHnSsOylCZzc81J5oLdxpUGuV1-FUkQ

Categories
News

Seniman Tarling Diana Sastra Ikut NasDem

JAKARTA, (19 Juli): Seniman Tarling, yang namanya tersohor di telinga masyarakat wilayah pantai Utara Jawa Barat, Diana Sastra, gabung ke Partai NasDem. Ia menjadi satu dari sederet nama artis yang akan maju dalam kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

“Saya diajak Pak Saan Mustopa untuk bergabung dengan NasDem. Saya juga sudah diajak Pak Saan untuk bertemu Pak Surya Paloh di Jakarta. Kesan saya, luar biasa,” ungkap Diana, Kamis (19/7).

Saan yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Jawa Barat itu memproyeksikan Diana sebagai bakal calon anggota legislatif untuk bisa mewakili aspirasi masyarakat terutama dalam urusan kesenian.

Diana mengungkapkan apabila ke depan pihaknya dipercaya masyarakat untuk menjadi wakil rakyat maka dia akan memajukan kesenian terutama di wilayah pantura.

“Seniman Cirebon dan pantura itu hidupnya tidak menentu. Mau mengajukan kredit saja susah karena tidak ada gaji pokok dan penghasilan tetap,” lirihnya.

Wanita kelahiran 1978 itu mengungkapkan bahwa seniman Pantura untuk bisa bangkit dan memiliki daya saing di kancah yang lebih tinggi. Ia pun menyoroti nasib dari kebanyakan seniman asal Pantura.

“Seniman pantura harus menjadi manajer untuk dirinya sendiri. Pekerjaan manggung juga harus dicari sendiri,” pungkasnya.(*)

Sumber : https://www.partainasdem.id/read/5606/2018/07/19/seniman-tarling-diana-sastra-ikut-nasdem

Categories
informasi News

Diana Sastra Turun ke Jalan Ajak Warga Tak Golput

CIREBON, – Diva tarling panturaan, Diana Sastra turun ke jalan mengampanyekan hari pencoblosan Pemilu Legislatif, Selasa (1/4). Ia mengajak warga untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya 9 April nanti.
Bersama kru tarling di bawah manajemen Dian Prima, Diana Sastra menyambangi tiga titik keramaian di Kabupaten Cirebon. Sentra batik Trusmi, kemudian dilanjutkan ke Pasar Sumber, dan depan Kantor KPU Kabupaten Cirebon, Jalan Dewi Sartika Sumber.
Satu buah lagu berjudul “Bujange Rakyat” dinyanyikan, dan mampu menghibur warga. Bahkan beberapa tukang ojek yang mangkal di dekat Kantor KPU Kabupaten Cirebon turut berjoget.
Seusai menyanyi, Diana berpesan kepada warga agar tak golput. “Satu suara saja memengaruhi nasib Indonesia lima tahun mendatang,” katanya.
Diana Sastra merupakan salah satu diva tarling di Pantura Jawa Barat. Namanya melejit seiring lagu-lagunya yang laris manis. (roh)
sumber : tribun

Categories
informasi News

Diana Sastra: Artis Pantura Sering Diajak Kampanye

TEMPO.CO, Jakarta – Salah seorang penyanyi dangdut Pantura, Diana Sastra, mengatakan, penyanyi atau artis Pantura (Indramayu, Subang, dan Cirebon) memang menjadi incaran dan langganan yang diburu partai politik, terutama ketika musim pemilu atau pemilihan umum kepala daerah.

“Untuk masalah politik, saya pribadi memang sering diajak untuk kampanye. Boleh dibilang kami menjadi salah satu langganan yang diincar dalam kampanye partai politik,” kata Diana kepada Tempo melalui telepon seluler, Rabu, 15 Mei 2013.

Tidak hanya menjadi artis untuk kampanye, Diana yang dikenal dengan lagu Keder Balike ini mengaku sudah ada beberapa ajakan ikut dalam pemilihan calon anggota Dewan, meski hanya di tingkat kabupaten. “Cuma saya merasa lebih enjoy menjalani rutinitas sebagai artis Pantura,” ujarnya.

Diana sangat menyadari kapasitas dan kemampuannya. “Jadi, saya merasa enggak bisa masuk ke bidang yang saya sendiri enggak paham, dan tahu basic atau dasarnya memang tidak di situ,” kata dia.

Dia tetap memilih berkarier sebagai artis dangdut Pantura, meskipun dengan menjadi calon anggota Dewan kariernya akan kian kinclong dan kian mendekatkan namanya pada penggemar. “Saya hanya lebih ingin berapresiasi dalam bidang seni dulu dan bercita-cita dapat memajukan musik tarling Cirebonan supaya bisa lebih dikenal,” ujar dia.

Saat ini, Diana sibuk manggung menghadiri undangan dari satu tempat ke tempat lain di jalur Pantura dan luar kota. “Kalau yang dilakukan penyanyi sekarang yang berkarier di Jakarta menyanyikan lagu-lagu yang sifatnya profil seorang calon yang dibuat klip dan ditayangkan di televisi-televisi daerah.”

Diana enggan menyebutkan tarif menyanyinya, termasuk tarif artis Pantura yang lain. “Biasanya tergantung dari negosiasi tiap-tiap artis. Sebab, harganya berbeda dari setiap penyanyi.”

Categories
informasi

Diana Sastra Goyang Pantura, Hibur Ratusan Pemudik

Diana Sastra, penyanyi tarling kenamaan Cirebon menggebrak Pantura Indramayu dengan memanjakan para pemudik yang melintas melalui aksinya yang menghibur di Cek Poin Polres Indramayu.

Biduan yang terkenal dengan tembang “Remang-remang” tersebut tampil aktraktif dengan diiringi lantunan musik dari grup Dian Prima. Sejumlah pemudik yang sedang beristirahat pun dibuat terpesona dengan aksi biduan manis tersebut.

“Saya senang bisa menghibur para pemudik yang sedang beristirahat di sini, para petugas kepolisian pun sangat mendukung kegiatan kami sebagai hal yang positif,” ujar Diana Sastra yang juga pimpinan Dian Prima Group kepada CT, Kamis (16/07).

Acara menghibur para pemudik ini juga dihadiri Kapolres Indramayu, AKBP Wijonarko serta jajaran dari Polres Indramayu. Lantunan musik yang menghibur serta aksi atraktif Diana Sastra berhasil menghipnotis ratusan pemudik yang sedang beristirahat.

“Saya tahu Diana Sastra itu ketika dengar lagu ‘Keder Balike’, walaupun cuma sebentar, tapi hiburan ini sungguh buat saya dan keluarga segar lagi, acaranya benar-benar menghibur, petugas kepolisiannya pun ramah, jadi kita nyaman di sini,” terang Gunawan, pemudik yang akan pulang ke Semarang.

sumber : cirebontrust